Search

Jangan Ada Lagi Pelanggaran Brutal di Sepak Bola

INILAHCOM, Samarinda - Pemain asing PSIS Semarang, Bruno Silva harus terbaring di rumah sakit setelah mendapatkan pelanggaran keras dari pemain belakang Arema FC, Arthur Cunha. Kejadian itu mendapatkan respons dari rekan satu timnya, Gustur Cahyo Putro.

Insiden tersebut terjadi di pertandingan Piala Gubernur ketika PSIS menghadapi Arema FC. Ketika Bruno Alves menggiring bola dan berhadapan dengan kiper lawan, Artur Cunha melakukan pelanggaran keras. Pelanggaran yang membuat Bruno Alves cedera dan ditandu ke luar lapangan.

Bruno harus dilarikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri. Dia dikabarkan menderita geger otak. Meski sempat tak sadarkan diri, kini Bruno sudah siuman.

Gustur, yang pernah mengalami hal yang sama beberapa waktu lalu, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Gustur sangat menyayangkan adanya pelanggaran keras yang dilakukan pemain asing. Menurut pemain yang pernah merumput bersama PS TIRA ini, insiden tersebut bisa berakibat fatal pada pemain.

"Saya prihatin dan miris sekali, kejadian yang sama persis menimpa saya terjadi dengan rekan satu tim. Dan sangat heran, pelanggaran keras seperti itu hanya diganjar dengan kartu kuning oleh wasit," kata Gustur Cahyo kepada INILAHCOM, Senin (26/2/2018).

Seharusnya, kata Gustur, pelanggaran-pelanggaran seperti itu bisa dihindari jika semua pemain saling menjaga keselamatan pemain lain, tak peduli lawan atau kawan.

"Semua pemain yang melakukan pelanggaran bisa meminta maaf setelah kejadian. Tapi, bagi pemain yang menajdi korban dampaknya bisa luar biasa. Karena bisa saja dia mengalami trauma. Benturan dalam sepak bola sudah biasa tapi jangan dengan cara pelanggaran keras yang bisa mencederai lawan. Semoga saja tidak terulang," pungkasnya.[rza]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Jangan Ada Lagi Pelanggaran Brutal di Sepak Bola : http://ift.tt/2HOGHVy

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Jangan Ada Lagi Pelanggaran Brutal di Sepak Bola"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.