Search

Cerita Pogba sebagai Muslim di Manchester

INILAHCOM, Manchester - Tinggal di negara sebagai kaum minoritas terkadang tidak mudah. Tapi, Paul Pogba tak mempermasalahkannya meski saat ini Muslim sering dicap sebagai agama radikal atau berhubungan dengan terorisme.

Sebagai Muslim, Pogba dikenal cukup baik. Belum lama ini, mantan pemain Juventus melakukan ibadah Umrah ke Tanah Suci Mekah sebagai bentuk syukur atas semua yang diberikan Allah SWT kepadanya.

Hidup di negara yang mayoritas non-muslim mungkin sudah biasa dijalankan Pogba. Tapi, belakangan ini kerap terjadi aksi terorisme di Inggris, khususnya di London dan Manchester.

Beberapa waktu lalu, sebuah bom bunuh diri terjadi di konser penyanyi Amerika Serikat, Ariana Grande yang banyak menelan korban jiwa. Ada juga serangan yang menggunakan mobil dengan menabrak pejalan kaki di Westminster Bridge, London.

Belum lama ini, kasus serupa terjadi di London Utara, tepatnya di Masjid Finsbury Park. Sebuah mobil menabrak jamaah yang baru saja selesai menjalankan Salat Tarawih.

Serangan-serangan tersebut dilakukan oknum beragama Islam garis keras yang berjihad di jalan yang salah. Tak heran banyak yang apatis dengan Muslim. Meski demikian, Pogba tak mempermasalahkannya. Dia berharap tak ada lagi insiden-insiden tersebut yang semakin menjelekkan citra Muslim.

"Ini adalah momen-momen sulit, tapi Anda tak boleh menyerah. Kita tak boleh dipenuhi rasa takut. Kita harus berjuang. Hal-hal yang menyedihkan kadang terjadi di kehidupan, tapi Anda tak boleh berhenti melanjutkan hidup," kata Pogba, dikutip dari Mirror.

"Membunuh umat manusia adalah hal gila. Jadi, saya tak sudi menyebut mereka sebagai orang beragama. Ini bukan Islam dan semua orang tahu itu. Bukan hanya saya yang mengatakan ini," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Cerita Pogba sebagai Muslim di Manchester : http://ift.tt/2tssbho

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Cerita Pogba sebagai Muslim di Manchester"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.