PARIS, KOMPAS.com - Dalam wawancara terkini, Direktur Prancis Terbuka Guy Forget mengaku menyaksikan laga sepak bola di televisi.
Baca juga: Kritikan Membuat Pelaksana Prancis Terbuka Bekerja Cermat
Laga sepak bola dalam kompetisi yang dibuka kembali setelah empat bulan tertunda lantaran pandemi corona digelar di stadion tanpa disaksikan langsung oleh penonton.
Arena pertandingan turnamen tenis French Open di Rolland Garros."Laga tetap menarik tetapi tetap ada sesuatu yang hilang," kata Forget.
Baca juga: Penyelenggara French Open Belajar dari Adria Tour
Guy Forget melanjutkan hal yang menurutnya hilang adalah ketiadaan penonton yang lazimnya membuat pertandingan olahraga menjadi terasa bergairah.
Baca juga: Di Roland Garros, Penggunaan Masker Wajah adalah Kewajiban
Maka dari itulah, kata Forget, Prancis Terbuka alias French Open tak ingin bernasib seperti laga sepak bola.
menggunakan masker adalah salah satu cara mencegah penularan virus Covid-19.Federasi Tenis Prancis (FFT) berharap akan ada 20.000 penonton hadir satu hari sebelum partai-partai paling awal selama turnamen dua minggu tersebut.
Eks petenis asal Jerman, Boris Becker, menghadiri laga semifinal tunggal putra Perancis Terbuka 2016 antara Dominic Thiem (Austria) dan Novak Djokovic (Serbia) di Paris, Perancis, 3 Juni 2016."Lantas, kami berharap ada kehadiran 10.000 orang tiap harinya pada pekan final.
Forget mengaku, pihaknya terus bekerja sama dengan administrasi penyelenggara dan pemerintah.
Novak Djokovic mengangkat trofi juara Australia Open 2020 setelah mengalahkan Dominic Thiem pada pertandingan final yang digelar di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (2/2/2020)."Kami ingin meyakinkan bahwa kami mempersiapkan penonton dengan protokol-protokol kesehatan sangat ketat," kata mantan petenis nomor empat dunia itu.
Guy Forget mengatakan, French Open akan menyiapkan 60 persen kapasitas stadion tenis Roland Garros bagi penonton.
Ilustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona.French Open juga akan berlangsung mulai 27 September 2020 setelah mengalami penundaan dari jadwal awal yakni pada Maret 2020 lantaran pandemi Covid-19.
Pemerintah Perancis memperlonggar pembatasan kegiatan warga masyarakat pada Mei 2020.
Ilustrasi: virus corona juga merebak di Eropa. Warga-warga mengenakan masker.Namun begitu, masih terdapat kasus baru hingga 500 per harinya di negara itu.
"Penyelenggaraan turnamen yang sukses memerlukan kehadiran penonton," pungkas Guy Forget.
"sepak" - Google Berita
July 06, 2020 at 09:02PM
https://ift.tt/2O1gxmO
Prancis Terbuka Tak Ingin Bernasib Seperti Laga Sepak Bola - Kompas.com - KOMPAS.com
"sepak" - Google Berita
https://ift.tt/2SP8xJg
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Prancis Terbuka Tak Ingin Bernasib Seperti Laga Sepak Bola - Kompas.com - KOMPAS.com"
Posting Komentar